Tijjani Reijnders Tinggalkan Man City, Resmi Gabung Al-Qadsiah!
Kabar paling menyengat datang dari Etihad Stadium. Gelandang berdarah Indonesia-Belanda, Tijjani Reijnders, resmi meninggalkan Manchester City dan mendarat di klub Saudi Pro League, Al-Qadsiah.
Gak tanggung-tanggung, nilai kepindahannya mencapai £52 juta atau sekitar Rp1,1 triliun. Langkah ini terbilang sangat mengejutkan mengingat Reijnders baru semusim berseragam The Citizens usai diboyong dari AC Milan.
Jangan lupa bookmark halaman Playkami buat lo yang gamau ketinggalan berita & update rumor transfer liga liga top Eropa kayak gini!
Karier Singkat Tijjani Reijnders di Manchester City

Awalnya, kedatangan Reijnders ke Manchester City diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kedalaman skuad. Di awal musim, ia sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan mobilitas tinggi dan visi bermain yang tajam.
Namun, mengarungi kompetisi sekelas Premier League butuh konsistensi tingkat tinggi. Sepanjang musim, Reijnders mencatatkan 47 penampilan di semua ajang dengan torehan 7 gol. Angka yang sebenarnya tak buruk untuk seorang gelandang tengah, tapi belum cukup kuat untuk mengunci posisi utama secara permanen.
Situasi makin pelik ketika terjadi pergantian manajer di tubuh City. Masuknya Enzo Maresca menggantikan Pep Guardiola membawa filosofi dan pendekatan taktis yang sama sekali baru di lini tengah Etihad.
Statistik Tijjani Reijnders
| Statistik | Catatan |
|---|---|
|
Total Penampilan
|
47 Laga |
|
Gol
|
7 Gol |
|
Durasi Bertahan
|
1 Musim |
|
Klub Tujuan
|
Al-Qadsiah
£52 JUTA / Rp1,1 T
|
Dalam rencana perombakan Maresca, Reijnders tidak mendapatkan jaminan menit bermain reguler. Bagi pemain di usia emas 28 tahun, duduk manis di bangku cadangan jelas bukan pilihan bijak.
Cuci Gudang Lini Tengah Era Enzo Maresca
Kepindahan Tijjani Reijnders ke Al-Qadsiah sejatinya merupakan bagian dari efek domino perombakan masif yang sedang dilakukan Manchester City. Maresca tampaknya ingin membangun ulang fondasi permainan tim dengan profil pemain yang berbeda.
City tidak ragu merogoh kocek dalam-dalam dengan mendaratkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest lewat mahar fantastis £116 juta (Rp2,4 triliun). Tak berhenti di situ, mereka juga makin dekat untuk mengamankan bakat muda Lille, Ayyoub Bouaddi, senilai £85 juta (Rp1,7 triliun), serta terus memantau situasi Enzo Fernandez.
Langkah agresif ini diambil setelah sejumlah pilar senior dipastikan cabut dari klub:
- Bernardo Silva resmi melangkah ke Real Madrid untuk mencari tantangan baru di La Liga.
- Rodri memutuskan hengkang ke Barcelona dengan nilai transfer senilai £65 juta (Rp1,3 triliun).
Laporan dari BBC Sport dan Sky Sports mengonfirmasi bahwa restrukturisasi skuad Man City musim ini menjadi salah satu yang terbesar dalam kurun lima tahun terakhir. Kepergian pilar utama ini memaksa manajemen bergerak cepat menyeimbangkan neraca keuangan, dan menjual Reijnders seharga Rp1,1 triliun adalah langkah strategis yang sangat rasional.
Ambisi Besar Al-Qadsiah
Buat lo yang belum terlalu familiar, Al-Qadsiah bukan sekadar klub pelengkap di Saudi Pro League. Di bawah komando manajer berpengalaman Brendan Rodgers, klub ini punya ambisi besar untuk merusak dominasi tim-tim tradisional seperti Al Hilal, Al Nassr, dan Al Ittihad.
Musim lalu, Al-Qadsiah berhasil finis di posisi keempat setelah sempat memanaskan persaingan perebutan gelar juara. Rodgers butuh jenderal lapangan tengah yang punya pengalaman berlaga di level tertinggi Eropa untuk meningkatkan kualitas permainan tim.
Mengapa Al-Qadsiah Memilih Tijjani Reijnders?
Tiga faktor utama yang membuat gelandang asal Belanda ini menjadi pilihan menarik untuk memperkuat lini tengah Al-Qadsiah.
Teruji di Dua Liga Top Eropa
Reijnders punya pengalaman bermain di Serie A bersama AC Milan dan kemudian mencicipi persaingan Premier League bersama Manchester City.
Mesin Box-to-Box
Daya jelajah tinggi membuat Reijnders mampu membantu fase bertahan sekaligus menyerang. Karakter box-to-box ini dinilai cocok dengan kebutuhan taktik Brendan Rodgers.
Pengatur Tempo Permainan
Di usia 28 tahun, Reijnders membawa kombinasi pengalaman dan kematangan untuk menjadi sosok yang mampu memimpin tempo permainan di lini tengah.
Kualitas itu langsung terbukti di awal musim baru. Al-Qadsiah sukses mengamankan kemenangan telak 3-1 atas Al Shabab. Kehadiran Reijnders dipastikan bakal membuat lini tengah mereka makin solid dan disegani.
Untuk mengikuti perkembangan performa tim ini secara real-time, lo bisa mengecek jadwal pertandingan dan pembaruan statistik terbaru di PLAYKAMI langsung dari smartphone lo.
Agresivitas Klub Arab Saudi di Bursa Transfer Musim Panas
Langkah Al-Qadsiah memboyong Tijjani Reijnders mempertegas bahwa fenomena eksodus pemain bintang Eropa ke Arab Saudi masih jauh dari kata usai. Klub-klub Saudi Pro League terus menunjukkan taringnya dalam menyerap bakat-bakat terbaik dunia.
Sebelum Reijnders, publik sepak bola sempat dihebohkan oleh kepindahan Crysencio Summerville dari West Ham ke Al Hilal dengan nilai transfer mencapai €64,5 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Menurut data pasar transfer yang dihimpun Transfermarkt, pengeluaran klub-klub Saudi terus meroket menembus jajaran teratas liga paling royal di dunia.
3 Faktor Utama Saudi Pro League Tetap Menggiurkan:
- Penawaran Finansial yang Masuk Akal bagi Klub Eropa: Nilai transfer tinggi memudahkan klub Eropa mematuhi aturan Financial Fair Play (FFP).
- Fasilitas & Proyek Olahraga Ambisius: Kehadiran pelatih top dunia seperti Brendan Rodgers memberi jaminan kualitas kompetisi.
- Fleksibilitas Bursa Transfer: Jendela transfer Saudi Pro League yang dibuka hingga 6 September memberikan keunggulan waktu untuk merampungkan kepindahan pemain bintang.
Melihat tenggat waktu yang masih lumayan panjang, kepindahan Reijnders ini diyakini bukan mega transfer terakhir yang bakal tercipta di Timur Tengah musim panas ini.
Tantangan Baru Menunggu Tijjani Reijnders
Pindah dari Premier League ke Saudi Pro League tentu bukan sekadar masalah gaji atau nominal transfer.
Reijnders harus beradaptasi dengan lingkungan sepak bola yang berbeda. Tempo pertandingan, kondisi cuaca, perjalanan, karakter lawan, sampai tuntutan dari klub akan menjadi pengalaman baru.
Namun, ada satu keuntungan besar: ekspektasi terhadap dirinya justru semakin tinggi.
Ketika klub mengeluarkan sekitar Rp1,1 triliun, Reijnders otomatis bukan pemain biasa. Setiap penampilan akan dibandingkan dengan nilai transfer tersebut.
Kalau performanya bagus, transfer ini bisa dianggap sebagai salah satu langkah penting Al-Qadsiah. Kalau tidak, tekanan justru bisa datang dari angka transfer yang terlalu besar.
Babak Baru Karier Tijjani Reijnders
Tijjani Reijnders resmi mengakhiri petualangannya bersama Manchester City dan memilih Al-Qadsiah sebagai pelabuhan berikutnya.
Transfer sekitar £52 juta atau Rp1,1 triliun menunjukkan bahwa Al-Qadsiah benar-benar serius menjadikan sang gelandang sebagai bagian penting dari proyek mereka. Sementara bagi City, penjualan ini menjadi bagian dari proses membangun ulang lini tengah di bawah era baru.
Cerita Reijnders di Manchester mungkin hanya berlangsung satu musim, tetapi bukan berarti kariernya berhenti berkembang. Justru sekarang tantangan sebenarnya dimulai.
Buat lo yang punya jadwal harian padat dan gak mau ketinggalan perkembangan bursa transfer, hasil pertandingan, serta analisis taktik terpercaya, pastikan untuk selalu memantau PLAYKAMI. Dapatkan sajian berita olahraga terupdate yang dikemas cepat, akurat, dan pas buat gaya hidup aktif lo!
